The Soegijapranata Institute

Menggali Nilai-Nilai
Pahlawan Nasional
Mgr. Soegijapranata

Mgr. Albertus Soegijapranata SJ adalah nama yang dijadikan patron bagi sebuah universitas Katolik di Semarang yang didirikan pada tahun 1982. Nama ini diusulkan oleh dokter A. Suroyo, mantan Rektor Atma Jaya cabang Semarang dan Institut Teknologi Katolik Semarang (ITKS). Beliau adalah seorang tokoh Gereja Katolik, yaitu uskup pertama di Vikariat Apostolik Semarang yang diangkat pada tanggal I Agustus 1940 dan sekaligus sebagai uskup pribumi pertama di Indonesia. Berkat kiprahnya dalam kehidupan kebangsaan untuk mengupayakan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang.

Tugas keluarga besar Unika Soegijapranata adalah mewujudkan cita-cita, keinginan, dan harapan para pendiri untuk menghidupkan dan meneladani semangat Monsigneur dalam karya dan kehidupan mereka sehari-hari. Dengan kata lain, semangat Mgr. A. Soegijapranata harus menjadi living reality bagi seluruh keluarga besar Unika Soegijapranata.

Salah satu cara yang dilakukan untuk menggali dan menyerap semangat Mgr. Soegijapranata adalah seminar yang dilaksanakan oleh Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) dan Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Semarang dalam rangka peringatan 100 tahun lahirnya Mgr. A. Soegijapranata pada tahun 1996. Cara lain dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Mata Kuliah Umurn (LPMKU) dengan mengintegrasikan gagasan, pemikiran, dan semangat Soegijapranata ke dalam perkuliahan Matakuliah Pengembangan Kepribadian.

Usaha ini ditunjang dengan penulisan buku “Semangat dan Perjuangan Mgr. A. Soegijapranata” oleh beberapa dosen LPMKU sendiri. Internalisasi dan sosialisasi semangat Soegijapranata terus dilakukan dengan penetapan semangat Mgr. A. Soegijapranata sebagai tema Dies Natalis ke-20. Dalam rangka Dies Natalis ini diselenggarakan seminar nasional dengan tema “Membangun Humanisme Baru dan Cinta Tanah Air Berdasarkan Inspirasi Mgr. A. Soegijapranata”.
Salah satu pembicaranya adalah Dr. Anhar Gonggong sejarahwan yang sekaligus penulis buku “Mgr. Albertus Soegijapranata SJ, Antara Gereja dan Negara”. Usaha lain adalah mengumpulkan aneka barang yang berkaitan langsung dengan kehidupan Mgr. A. Soegijapranata untuk digelar di dalam Soegijapranata Memorial, yang berlokasi di lantai 3 gedung Thomas Aquinas kampus Unika Soegijapranata. Tahun 2003 diselenggarakan seminar komemoratif untuk mengenang 40 tahun wafat Monsigneur. Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), yang menggunakan nama Mgr. Albertus Soegijapranata sebagai patron memiliki sekurang-kurangnya dua macam tanggung jawab moral. Pertama adalah menggali dan menghidupi nilai-nilai dan semangat beliau sehingga sungguh-sungguh ikut membentukjati did Unika dan seluruh warganya. Kedua adalah melanjutkan semangat besar beliau dalam membangun kelndonesiaan. Dengan bersemangatkan Mgr. Soegijapranata dan hakikat sebuah komunitas akademik, universitas ini mengambil bagian dalam tugas Gereja Katolik dalam membangun bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 menjadi sebuah masyarakat yang adil dan sejahtera. Prinsip etika politik yang bertujuan kesejahteraan bersama (bonum commune) menjadi “roh” partisipasi Gereja dalam membangun bangsa dan Negara.

Berdasakan dua macam tanggung jawab moral di atas, The Soegijapranata Institute merupakan pusat kajian yang ingin merealisasikan tanggung jawab Unika. Pusat ini terbuka bagi siapapun yang memiliki kepedulian dan komitmen yang sama dengan pemikiran di atas.